Saturday, 5 January 2013

Air adalah Segalanya Bagi Manusia


Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia. Betapa tidak, tengok saja unsur utama penyusun tubuh manusia yang notabene 70% adalah air. Dalam dunia kimia air merupakan senyawa kimia H2O yang terdiri dari Hidrogen adan Oksigen.  Kedua senyawa pembentuk air ini merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh kehidupan di bumi. Struktur fisik bumi telah menyediakan proporsi air yang lebih dibandingkan dengan komponen lainnya. Permukaan bumi terdiri dari 71% diantaranya adalah air, sehingga ketika kita mengamati potret satelit bumi maka bumi akan terlihat biru. Proporsi air di Bumi 96% merupakan air asin dan sisanya air tawar.
Berbicara mengenai fungsi air, sekali lagi penulis ungkapkan bahwa fungsi air sangat urgen. Khusus untuk tubuh manusia, air menjadi penentu kesehatan dan kelangsungan hidup. Mulai dari sel otak sampai bagian persendian pun memerlukan air dalam segala aktivitas kerjanya. Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap harinya kita mengkonsumsi minimal 1.500 liter dalam satu harinya. Ketika pasokan air dalam tubuh kurang atau yang sering dikenal dengan dehidrasi, secara umum akan mempengaruhi kinerja organ-oragan tubuh.
Sebagai contohnya organ otak, dehidrasi akan menyebabkan cairan pada otak menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang secara perlahan-lahan. Sehingga kondisi mengakibatkan sel-sel otak tidak aktif dan berkembang, bahkan dapat menciut. Inilah sedikit ilustrasi seberapa pentingnya asupan air bagi organ-organ tubuh kita.
Eitsz, dari tadi kog serius bangets yah? Bikin galau ajah gue nulisnya, apalagi para pembaca dijamin males dengan tulisan di atas.hehehe So sersan (serius tapi santai-red) ajah yah, dijamin bakal seru. Yukz lanjut lagi ngebahas masalah air.
Tu kan dari penjelasan di atas tadi sudah menggambarkan bahwa air itu khususnya air putih sangat penting banget buat suplemen tubuh kita. Jadi, jangan males-males ya untuk minum air. Dengar kata males minum air, dengan seketika tersontak nostalgia di kampung halaman tempatku bernaung. Kampung Cikaramas Desa Cikawung Kabupaten Subang Jawa Barat tepatnya. Daerah paling selatan dari Kabupaten Subang ini. Pasti deh, ketika sobat dengar kata Subang yang teringat adalah Nanas dan Sisingaan apalagi tempat wisatanya adalah Ciater.
Cikaramas sendiri secara geografis terletak di daerah pegunungan, jadi nggak terlalu dingin seperti daerah pegunungan lainnya.  Dikabupaten Suabang ada perusahaan AQUA yang airnya itu langsung dari pegunungan. Danone-Aqua Subang yang berlokasi di Kp. Salam, Ds. Darmaga, Kec. Cisalak, Kab Subang, Propinsi Jawa Barat, di Didirikan pada Tahun 1997, Asal mula Danone-Aqua Subang bernama PT. Tirta Darmaga Pasanggrahan, Tetapi Setelah tahun 2000 PT Tirta Darmaga Pasanggrahan beralih menjadi PT. TIRTA INVESTAMA ( DANONE-AQUA ) SUBANG. Luas total tanah PT. Tirta Investama (Danone-Aqua) Subang = 66,309 M2, luas pendudukan untuk membangun = 20,971 M2, pendudukan untuk parkir dan area = 13,615 M2, dan lahan untuk konservasi sumber = 31,723 M2 . Penulis sangat bangga atas adanya perusahaan tersebut. Selain itu juga air dari pegunungan tersebut di manfaatkan oleh masyarakat sekitar dijadikan kolam renang yang airnya itu sangat jernih.
        Loh, ko sob malah membahas tentang air yang ada di daerah ane nih,.yuk kita bahas lebih lanjut masalah air ini. Nostalgia inilah yang membuat ane heran, kenapa sih masih ada orang yang males untuk minum air putih ajah? Padahal di daerah lain sana masih banyak orang yang sangat ingin mendapatkan air bersih tapi susah karena terimpa kekeringan. Yang lebih parah lagi Sob, orang yang boros menggunakan air dan suka berbuat pencemaran yang dapat meningkatkan intensitas polusi air. Beuh, ini mah hal yang sangat kurang berterimakasih atas apa yang ada di bumi ini Sob.
Nah, itu adalah gambaran kondisi perairan di desa atau daerah pelosok yang terancam kekeringan. Lalu bagaimana dengan kondisi sanitasi air di kota besar? Sebut saja sebagai contoh adalah Kota Jakarta. Kota megpolitan dengan segala jejel uyel-nya kehidupan. Mungkin Jakarta secara umum terlalu luas untuk dijadikan ilustrasi, oke kita ambil contoh aja di Jakarta Barat. Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Barat, 60% air bersih di Jakarta Barat tidak layak untuk diminum.Air tersebut tidak memenuhi standar air layak yang sehat dikonsumsi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907 tahun 2002. Perarturan tersebut memberikan parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum yaitu jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna serta tidak menimbulkan endapan.
Dari aspek kimiawi, air minum tidak diperkenankan mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat maupun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Sedangkan dari aspek mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Barat menuturkan interusi  laut menyebabkan kondisi air di beberapa daerah di Jakarta Barat menjadi asin. Ini disebabkan gravitasi air karena pembangunan gedung-gedung tinggi. Yang berakibat pada turunnya air permukaan hingga 1-1,5 sentimeter per tahun. Tak hanya itu, kotornya air tanah di Jakarta Barat juga  disebabkan oleh industri yang melakukan blessing, yakni membuang limbah tanpa melewati Instalasi Penanggulangan Air Limbah (IPAL). Sehingga, limbah yang dibuang langsung keselokan ataupun sungai menyebabkan air tercemar.
Inilah ilustrasi kondisi perairan bersih di kota besar Sob, dari hal itu jika kondisi ini gak segera ditanggulangi maka hanya akan ada tiga kata kedepannya, yaitu “Krisis Air Bersih”. Bagi sederet pelaku usaha air minum, kondisi ini akan membawa berkah. Persoalaannya harga air akan mengalami kenaikan dan tentunya akan memupuk keuntungan mereka. Namun, bagi masyarakat hanya akan menambah kesulitan hidup. Hanya untuk sekadar setes air minum saja mereka harus mengeluarkan kocek tinggi. Sungguh ironis, kita tinggal di wilayah perairan terbesar namun mengalami krisis air bersih. Bak peribahasa mengatakan, “ada ayam mati di lumbung padi”. Oleh karena itu, sudah pasti dan menjadi keharusan bagi kita semua untuk melakukan sebuah upaya mitigasi krisis air. Tentunya hal itu dimulai dari hal yang paling sederhana Sob, yaitu menghemat penggunaan air dan menjaga keseimbangan lingkungan serta menjaga kebersihan sumber air seperti sungai.

No comments: